Senin, 18 Mei 2020

Pembelajaran jaerak jauh

leh Asip Suryadi


 Guru inspiratif, banyak bentuk pembelajaran jarak jauh. Dilihat dari segi teknologinya, salah satu bentuk dari Pendidikan jarak jauh adalah pembelajaran online . Selain pembelajaran online , pendidikan jarak jauh bentuk lain diantaraya adalah pendidikan jarak jauh melalui surat, melalui radio, melalui telivisi dan ada yang kombinasi. Namun demikian, bentuk pendidikan jarak jauh yang dikembangkan sekarang adalah pembelajaran online . Meskipun bentuk-bentuk yang lain masih dilakukan di tempat lain di peloksok bumi ini namun hampir semua sudah mengarah ke online . Pada artikel ini kita akan belajar pembelajaran online . Artikle ini merupakan resume hasil membaca dari beberapa buku.
Menjelang abad 21 mucul banyak istilah yang mengembangkan konsep pendidikan terbuka jarak jauh ( pendidikan terbuka dan jarak jauh ). Otte, Pecorino, & Picciano (2001) menyebtukan beberapa istilah seperti pendidikan jarak jauh, pembelajaran jarak jauh, pembelajaran jarak jauh, pembelajaran terbuka, pembelajaran terdistribusi, pembelajaran asinkron, telelearning, dan pembelajaran fleksibel. Istilah lain yang juga digunakan seperti yang dikemukakan oleh Wedmayer adalah pembelajaran non-tradisional, belajar mandiri, belajar di luar sekolah dan studi eksternal (Verduin & Clark, 1991) Selain itu muncul istilah baru seperti pembelajaran terdistribusi , e-learning , pembelajaran online dan pembelajaran berbasis wab . Sementara terakhir muncul istilah pembelajaran di mana-mana seperti yang dikemukakan oleh Rasier dan Dempsey (2007).
Istilah-istilah yang menguraikan konsep-konsep yang dimiliki namun memiliki perdebatan tentang proses pendidikan-guru dan peserta didik ditempatkan pada tempat-tempat yang dibatasi namun disatukan dengan teknologi. Baik dalam referensi maupun dalam percakapan sehari-hari istilah-istilah tersebut sering digunakan untuk hal yang sama seringnya menggunakan pengertian yang salah kaprah. Istilah e-learning , pembelajaran online , pembelajaran berbasis web , tele-learning, mobile learning (M-Learning), Dan ubiquotus belajar (U-Learning) Adalah concept-concept hearts terbuka pembelajaran Yang Berkembang dilandasi DENGAN Bentuk Teknologi Informasi dan Komunikasi Yang digunakan.
Dari istilah yang disebut yang dimaksud dengan konsep yang paling umum adalah e-learning . Diantara resolusi yang paling mewakili dirumuskan oleh Kenneth Fee berikut: " E-learning adalah pendekatan untuk pembelajaran dan pengembangan: kumpulan metode pembelajaran menggunakan teknologi digital, yang memungkinkan, mendistribusikan dan meningkatkan pembelajaran". Definisi ini menjelaskan bahwa E-learning adalah sebuah pembelajaran berbasis teknologi digital yang didalamnya terdapat berbagai metode pembelajaran yang dapat digunakan banyak orang untuk belajar kapan saja dan dimana saja. Biaya melihat e-learning tidak pantas dihargai dengan teknologi pembelajaran yang ditawarkan sebagai kumpulan ramuan metode pembelajaran. Resolusi tersebut mendukung media yang digunakan adalah teknologi digital yang didalamnya termasuk Internet, intranet / extranet (LAN / WAN), audio-videotape, penyiaran melalui satelit, TV, CD-ROM, radio dan sejenisnya.
 Berikutnya Istilah Yang LEBIH Spesifik Adalah web pembelajaran berbasis Dan pembelajaran online . Istilah kedua ini menggambarkan kegiatan belajar menggunakan media jaringan (internet). Secara teknis Jolliffe, Raiser & Steven mendefinsikan pembelajaran berbasis web sebagai suatu sistem penyampaian dan akses terhadap materi ajar berbasis elektronik yang mengunakan server web , browser web dan protokol http . Salah satu ciri dari pembelajaran berbasis web adalah materi ajar yang terdiri dari teks, grafik, dan multimedia seperti video, audio dan animasi yang diunggah ke jaringan dan pembelajaran dilakukan peserta didik secara mandiri ( personal)) (Jolliffe et al., 2001).
Dari beberapa resolusi yang dikemukakan ahli seperti Bliuc, Goodyear, & Ellis (2007); Hoic-Bozic, Mornar, & Boticki (2009); Osguthorpe & Graham (2003) Nguyen (2015) merangkum pembelajaran online menggunakan media internet yang digabungkan dengan berbagai teknologi (Nguyen, 2015). Sank dan Sitze (2004: 2) mengajukan pembelejaran online sebagai berikut: “ Pembelajaran online melibatkan penggunaan teknologi jaringan (seperti Internet dan jaringan bisnis) untuk menyampaikan, mendukung, dan menilai instruksi formal dan informal” . Definisi-resolusi tersebut menjelaskan bahwa pembelajaran onlineadalah moda pembelajaran yang melibatkan media jaringan seperti internet atau jaringan bisnis untuk menyajikan, mendukung dan mengukur proses dan hasil baik formal maupun non formal. Melalui media tersebut bahan, perpustakaan elektronik, bahan ajat lain, diskusi baik sinkronus maupun asinkronus, perbincangan, surel, konferensi, dan aplikasi berbagi pengetahuan dipadukan menjadi fasilitas belajar terbuka dan jarak jauh. Yang penting menurut Shank dan Sitze pembelajaran online tidak harus seluruh kegiatan disajikan online tetapi juga dapat dipadukan dengan pembelajaran taap muka yang disebut hybrid atau blended learning .
Moda pembelajaran tersebut dapat menggunakan dua jenis jaringan yaitu intranet / extranet (LAN dan WAN) dan internet. Intranet / extranet adalah jaringan lokal sementara intenet buatan world wide web . Contoh media belajar intranet / extranet adalah sistem manajemen pembelajaran (LMS) dan sistem manajemen konten(CMS) yang disediakan di sebuah lembaga dan hanya bisa diakses melalui komputer LAN di dalam lembaga tersebut. Dalam sistem ini karyawan dapat memperoleh bahan ajar dan melakukan kegiatan belajar melalui jaringan internal saja. Contoh pembelajaran menggunakan internet adalah pendidikan terbuka bebasis internnet yang dapat diikuti oleh banyak orang yang ada dimana saja menggunakan perangkat akses internet. Media pembelajaran yang dapat digunakan dapat berupa email, blog web, saluran obrolan, forum diskusi, video / audio, simulasi online, game online, konferensi video dan sejenisnya.
Pembelajaran seluler ( M-Learning ) adalah sebuah proses belajar menggunakan teknologi genggam ( perangkat seluler ) sebagai alat. Traxler (2005: 265) mendefinisikan mobile learning adalah “ segala ketentuan pendidikan di mana teknologi tunggal atau dominannya adalah perangkat handeled atau plmtop ”. Dalam resolusi Traxler, kata kunci dalam pembelajaran mobile adalah teknologi yang digunakan adalah teknologi yang dapat dibawa kemana saja. Ini adalah pembelajaran di mana saja Setiap peserta belajar di mana saja dan kapan saja karena mengunakan teknologi mobile atau perangkat portabel.Model pembelajaran terbuka ini lebih spesifik dalam hal teknologi yang digunakan yaitu komputer cerdas yang dapat dibawa kemana-mana dan dapat diakses sumber belajar kapan saja seperti laptop, tablet, smartphone dan sejenisnya. Namun demikian Traxler menjelaskan resolusi tersebut masih belum jelas dan berubah terus. Selain itu resolusi M-learning ditentukan oleh sudut pandang. Definisi Traxler di atas lebih dominan dari segi penggunaan teknologi.
Belajar di mana-mana adalah sebuah istilah baru dalam pendidikan jarak jauh. Dalam kamus Cembridge online kata ubiquitous berarti tampak ada di mana-mana (terlihat dimana-mana). Istilah pertama yang muncul adalah komputasi di mana-mana yang menggambarkan perangkat elektronik yang dapat digunakan untuk komputasi (penghitungan) dan komunikasi seperti telepon seluler pintar (telepon cerdas).
Istilah Ubiquitous Learning yang sering disebut u-learning menurut Yahya, Ahmad, & Jalil (2010) belum memiliki pemahaman yang benar-benar jelas, namun belum memiliki garis besar yang mempelajari belajar tentang lingkungan yang memungkinkan orang untuk belajar menggunakan komputer sesuai dengan konteks dan perbedaan. Mengutipputaran Traxler dan Kukulska-Hume, Sampson, Pedro, Dirk, dan Spector menyetujui di mana-mana sebgaai “potensi teknologi komputer untuk memungkinkan pembelajaran kapan saja dan di mana pun ” (potensi teknologi komputer untuk mengakses proses belajar, kapan saja dan kapan saja ) (Sampson & Servas, 2013: 4).
Resolusi tinggi di atas dapat terbagi keterkaitan antara e-learning, pembelajaran berbasis web, pembelajaran mobile, pembelajaran di mana-mana dan pembelajaran mobli. E-learning adalah konsep paling umum. Kata kunci dari e-learning adalah penerapan pedagogi dalam teknologi digital untuk menciptakan lingkungan belajar jarak jauh. * Menurut Traxler, kata kunci yang Sering digunakan hearts e-learning diantaranya terstruktur (terstruktur), media yang kaya (using media yang Beragam), broadband (Luas digunakan Beroperasi), interaktif (multi Arakh), intellegent (Cerdas), Dan dapat digunakan (dapat Beroperasi digunakan luas).
Seperti yang diungkapkan oleh Altinisik dan Adiguzel, “ salah satu jenis pembelajaran elektronik adalah pembelajaran mobile ” (Traxler, 2005: 4), sedangkan pembelajaran mobile adalah bagian dari pembelajaran berbasis web , yang dimaksudnya sesuai dengan pembelajaran online . Mobile learning adalah pembelajaran online yang menggunakan perangkat teknologi genggam ( teknologi mobile ) seperti smartphone , laptop, tablet dan sejenisnya. Melalui teknologi tersebut masyarakat dapat belajar kapan saja dan dimana saja. Menurut Traxler, kata kunci yang sering digunakan dalam pembelajaran mobile adalah pribadi (pribadi) , spontan(spontan) , informal, meresap (meresap) , terletak (terkondisikan) , privat (perseorangan) , konteks-sadar (sesuai sesuai yang dinignkan) , ukuran gigitan (sesuai dengan kemampuan , dan portabel (dapat dibawa).
Di mana-mana adalah sifat dari teknologi online genggam. Traxler menyetujui bahwa "... kita melihat bahwa perangkat dan teknologi seluler bersifat luas dan ada di mana-mana ...". Altinisik dan Adiguzel menjelaskan bahwa Ubiquitous Learning Environment (ULE) adalah proses belajar di mana siswa tidak harus membahas keras untuk belajar karena materi yang sudah dibahas di tempat mereka belajar bisa terjadi kapan saja. Menurut Bomsdorf karakteristik dari mana-mana pembelajaran adalah permanen, aksesibilitas, kedekatan, interaktivitas, penempatan ectivity instruksional dan kemampuan beradaptasi . Jadi belajar di mana-mana adalah m-learningyang lebih mudah karena menggunakan perangkat yang lebih adaptif dan instan seperti wifi dan perangkat lunak (perangkat lunak). 
Selain itu di mana-mana juga memuat teknologi digital computing . Komputasi digital yang disetujui adalah data yang menggunakan prosesor dalam komputer atau komputer yang dapat diprogram sesuai dengan operasi matematika atau logistik berkecepatan tinggi dalam bentuk merakit, menyimpan, menghubungkan, atau memproses informasi.
Jika digambarkan dalam sebuah pernyataan keterkaitan antara istilah-istilah tersebut dari perspektif media dapat diformulasikan dalam gambar berikut.



Pembelajaran online ( pembelajaran online ) adalah bagian dari pembelajaran berbasis web yang merupakan salah satu bentuk pembelajaran elektronik ( e-leaarning ). Dalam pembelajaran online dapat digunakan teknologi pembelajaran sehingga dapat dilakukan mobile ( mobile learning ), dan dalam perangkat mobile leraning dapat digunakan teknologi di mana-mana sehingga pembelajaran lebih mudah, lebih cepat dan lebih menyenangkan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran online (pembelajaran online ) adalah suatu bentuk pembelajaran terbuka jakark jauh menggunakan media internet / jaringan sebagai sumber dan media pembelajaran sekaligus sebagai sarana pembelajaran. Pembelajaran online dapat dilaksanakan mengguanak barbagai teknologi sehingga dapat dilakukan mobile dan di mana-mana . Dengan sifat pembelajaran seperti itu maka pembelajaran dapat dilakukan lebih fleksibel, mudah dan menyenangkan.



DAFTAR PUSTAKA
Jolliffe, A., Ritter, J., & Steven, D. (2001). Buku Pegangan Pembelajaran Online: Mengembangkan dan Menggunakan Pembelajaran Berbasis Web . Halaman Kogan.
Nguyen, T. (2015). Efektivitas Pembelajaran Online: Melampaui Tidak Ada Perbedaan Yang Signifikan dan Masa Depan yang Mendatang. Jurnal Pembelajaran dan Pengajaran Online , 11 (2), 309–320.
Otte, G., Pecorino, PA, & Picciano, AG (2001). Pembelajaran Jarak Jauh dan CUNY: Gambaran Umum . http://www.qcc.cuny.edu/socialsciences/ppecorino/psc_dlart.html
Reiser, RA, & Dempsey, JV (2007). Tren dan Masalah dalam Desain dan Teknologi Instruksional (Edi Kedua). Pearson.
Sampson, DG, & Servas, P. (2013). Context-Aware Adaptive dan Personalised Mobile learning System. Dalam DG Sampson, P. Isaias, D. Ifenthaler, & JM Spector (Eds.), Ubiquitous dan Pembelajaran Bergerak di Era Digital (hlm. 4). Peloncat. https://doi.org/10.1007/978-1-4614-3329-3
Shank, P., & Sitze, A. (2004). Membuat Rasa Belajar Online Panduan Untuk Pemula Dan Benar-Benar Skeptis. Di Era Digital . Pfeipper. https://doi.org/10.1242/jeb.076570
Traxler, J. (2005). Menentukan pembelajaran seluler. Learning , 40 (September 2004), 261–266. https://doi.org/10.1901/jaba.2003.36-449
Verduin, JR, & Clark, TA (1991). Eduction Jarak: Dasar Praktek Efektif . Penerbit Jossey-Bass.
Yahya, S., Ahmad, EA, & Jalil, KA (2010). Definisi dan karakteristik pembelajaran di mana-mana: Diskusi. Dalam jurnal Internasional Pendidikan dan Pengembangan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IJEDICT) (Vol. 6, Edisi 1).

Diperbarui 18/5/2020
Oleh Asip Suryadi 

Ilustrasi Gambar diambil dari: https://asia.nikkei.com/Life-Arts/Education/E-learning-software-company-Surala-enlists-ninjas-help-to-grow-in-Asia, 18-52020

Kamis, 16 April 2020

Pembelajaran abad 21

“Aspek Kompetensi Guru pada pendidikan abad 21”
Oleh : Ahmad Mukhlisin 
SMA Negeri 14 Pandeglang

Kompetensi dapat diartikan kecakapan / kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan sesuai jabatan yang disandangnya. Dalam hal ini tugas atau pekerjaan yang dimaksud adalah profesi Guru.

Rumusan kompetensi guru yang dikembangkan di Indonesia tertuang dalam UU No.14 Th  2005 tentang Guru dan Dosen ps 10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru.

Kompetensi guru yang pertama adalah Kompetensi Pedagogik merupakan kemampuan guru yang berkenaan dengan pemahaman terhadap peserta didik dan pengelolaan pembelajaran mulai dari merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi. Secara umum kompetensi pedagogik ; (a) menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual, (b) menguasai teori belajar yang mendidik, (c) mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu, (d) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, (e) memanfaatkan teknologi informasi untuk kepentingan pembelajaran, (f) memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki, (g) berkomunikasi secara efektif, dan santun dengan peserta didik, (h) menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, (i) memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.

Guru perlu memahami kompetensi pedagogik guru abad 21 karena susuai dengan kemajuan jaman, di era yang serba online dan digital ini, pendidikan haruslah segera bertransformasi ke arah yang lebih maju agar tidak tertinggal dengan negara lain. Kemajuan suatu negara tidak lepas dari kemajuan pendidikan. Kompetensi pedagogi guru abad 21 tidak cukup hanya mampu menyelenggrakan pembelajaran seperti biasanya, guru dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan ilmu  pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi serta mampu memanfaatkan dalam proses pembelajaran. 

Selain kompetensi pedagogik, guru modern abad 21 juga harus memiliki kompetensi kedua adalah Kompetensi kepribadian merupakan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, Kompetensi kepribadian seperti (a) bertindak sesuai  norma agama, hukum, sosial, kebudayaan nasional Indonesia, (b) menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak, bagi peserta didik, (c) menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, arif, dan berwibawa, (d) menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan (e) menjunjung tinggi kode etik.

Kompetensi yang ketiga adalah kompetensi sosial. Kodrat manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup tanpa adanya bantuan dari manusia lain. Manusia tak lepas dari kehidupan bermasyarakat. 
Keempat profesional, yaitu merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang mencakup isi materi pembelajaran, dan substansi keilmuan yang menaungi materi dalam kurikulum.

Adapun kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi guru adalah Pengembangan profesi guru dari aspek kemampuan pedagogi perlu untuk ditingkatkan dengan berbagai bentuk kegiatan. Strategi dan bentuk kegiatan ini seperti : (a) kegiatan seminar, workshop, yang diselenggrakan oleh lembaga profesi guru. (b) forum guru (MGMP), (c) IHT (In House Training) adalah pelatihan yang dilaksanakan secara internal di MGMP maupun sekolah, (d) Program magang yang sudah diterapkan SMK yang berbasis teaching factory, dimana gurunya bekesempatan magang di tempat industri, (e) Pembelajaran jarak jauh sudah diterapkan oleh pemerintah melalui GPO (Guru Pembelajar Online), (f) Kursus singkat di LPTK atau lembaga pendididkan lainnya, Karya Ilmiah.dll